fadilah hamdalah

Dari segi lafalnya, “Alhamdulillaah”
merupakan kalam khabariyah. artinya,
segala puji bagi Allah Subhanahu wa
Ta’ala, itu merupakan berita yang tidak
membutuhkan penjelasan lain. Sedangkan
dari segi maknanya merupakan kalam insyaiyah. Artinya suatu pujian terhadap
Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan baik
yang bersifat ikhtiari untuk mengagungkan
Allah Subhanahu wa Ta’ala dan
memuliakan -Nya. Mengenai sabda Nabi Shallallahu .Alaihi wa
Sallam : “ucapan Alhamdulillaah bisa
memenuhi timbangan amal”, Imam Al-
Qurtubhi menjelaskan bahwa ucapan
Alhamdulillaah merupakan pujian kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat- sifat -Nya yang sempurna. Maka barang siapa memuji Allah
Subhanahu wa Ta’ala dengan
menghadirkan Alhamdulillaah di dalam hati,
timbangan amalanya akan penuh dengan
kebaikan. Dalam Arti jika lafal Alhamdulillaah
itu merupakan benda maka ia akan memenuhi timbangan itu. Pembahasan mengenai Alhamdulillaah
juga telah banyak dijelaskan dalam kitab-
kitab besar. Beberapa hadist yang
menjelaskan tentang keutamaan membaca
Alhamdulillaah yaitu : Dari Jabir Radhiyallahu Anhu Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang
artinya : ” Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi
suatu nikmat kepada seorang hamba,
kemudian ia mengucapkan Alhamdulillaah,
kecuali Allah menilai ia telah mensyukuri
nikmat itu. apabila ia mengucapkan
Alhamdulillaah yang kedua , maka Allah akan memberinya pahala yang baru lagi.
Apabila ia mengucapkan Alhamdulillaah
untuk yang ketiga kalinya , maka Allah
Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-
dosanya. ” ( HR. Hakim dan Baihaqi) Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu ,
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
Bersabda : “Perbanyaklah kalian membaca
Alhamdulillaah , karena sesungguhnya
bacaan Alhamdulillaah itu mempunyai mata
dan sayap, yang selalu mendoakan di
dalam surga dan memohonkan ampunan
bagi pembacanya dihari kiamat”. ( HR. Dailami). Dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu ,
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
Bersabda : ” Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak akan
memberi nikmat kepada seorang hamba,
kemudian ia memuji kepada-Nya, kecuali
pujian itu akan lebih utama daripada nikmat
tersebut, meskipun nikmat itu lebih besar.
” (HR. Thabrani) Dari Anas Radhiyallahu Anhu , Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : ” Andaikan seisi dunia ini dikuasai oleh
seorang laki-laki dari umatku, kemudian ia
mengucapkan Alhamdulillaah , maka
ucapan Alhamdulillaah lebih utama
daripada dunia dan seluruh isinya itu. Di
dalam Hadits lain : Barangsiapa mengucapkan Subhanallah, maka baginya
sepuluh kebaikan , Barangsiapa
mengucapkan laa ilaaha illallah, maka
baginya ditulis dua puluh kebaikan, dan
Barangsiapa mengucapkan
Alhamdulillaah , maka baginya ditulis tiga puluh kebaikan.” (H.R Ibnu Asakir). Hadist tersebut tidak bertentangan dengan
hadist “Kalimat paling baik yang diucapkan
olehku dan para Nabi sebelumku adalah
“Laa Ilaaha Illallah”. Sebab tasbih dan
tahmid adalah tahlil , bahkan dengan
tambahan. Imam Khatib berkata , ” Kata Alhamdulillaah
itu terdiri atas delapan huruf (Arab),
sementara pintu surga juga berjumlah
delapan. Barangsiapa mengucapkan
Alhamdulillaah, maka kedelapan pintu
syurga itu pun terbuka.” Seorang hamba harus mengakui , bahwa
dirinya lemah dalam memuji dan bersyukur
kepada Allah. Disamping itu, ia juga tidak
akan mampu menghitung pujian dan
syukurnya kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa
Sallam Bersabda :
:
” Aku tidak mampu menghitung pujian
kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji
diri-Mu sendiri.” Dalam sebuah riwayat Nabi Musa Alaihi
Salam Bersabda : ” Ya Tuhanku, kapankah aku bisa
menghaturkan pujian dan syukur kepada
Mu? Sedangkan pujian dan syukur-ku
adalah nikmat dari-mu juga?
Maka Allah berfirman kepada Nabi Musa
Alaihi Salam , “ketika kamu mengerti bahwa dirimu tidak mampu memuji-Ku , maka
kamu benar-benar telah memuji-Ku.” Dalam suatu riwayat , Nabi Dawud Alaihi
Salam Bersabda : ” Ya Tuhanku , tidak ada satu rahmat pun
pada diri anak adam, kecuali diatas dan
dibawah rambut itu ada nikmat, maka
dengan apa anak Adam dapat mensykuri
nikmat itu? Kemudian Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman kepadanya, ‘Hai Dawud , sesungguhnya Aku telah memberi nikmat
yang sangat banyak, namun Aku rela
dengan pujian yang sedikit. dan
sesungguhnya syukurmu atas nikmat itu
adalah kamu mengerti dan mengakui
bahwa nikmat-nikmat yang telah kamu terima itu dari Aku.’ Dalam riwayat lain, Nabi Dawud Alaihi
Salam berkata : ” Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa
bersykur kepada-Mu, sementara syukur itu
juga merupakan nikmat dari-Mu kepadaku?
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,
‘sekarang engkau telah bersyukur kepada-
Ku hai Dawud.” Faedah Alhamdulillaah adalah termasuk
dzikir wajib , meskipun hanya dibaca sekali
seumur hidup. Sebagian ulama me-
nadzam-kan dzikir sebagai berikut : “Katakan : delapan dzikir hukumnya wajib
diucapkan sekali seumur hidup, maka
pahamilah maksudku”. “Laa Ilaaha Illallah, Alhamdulillaah ,
Basmalah, Subhanallah, Allahu Akbar, dan
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billaahi.” Shalawat atas Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam , Nabi penunjuk jalan
kebenaran, dan Salam kepadanya, maka
anda memperoleh kebenaran. Adapun kata-kata pe-nazham, Syekh Ibnu
Yamun”Untuk selamanya”,maksudnya tidak
ada ketentuan ,tidak terputus-putus, dan
tidak ada batas akhirnya.Tentang kata-kata
pe-nazham. :Semoga rahmat dan salam”,
Imam Qusyairi Rahimahullah dalam menafsirkan Firman Allah Subhanahu wa
Ta’ala : yaitu “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa
Ta’ala beserta malaikat-malaikat-Nya,selalu
membaca Shalawat kepada Nabi. Hai
orang-orang yan beriman, bershalawatlah
kamu untuk Nabi dan ucapkanlah Salam
penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al Ahzab : 56). Mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa
Ta’ala, menghedaki agar umat Islam selalu
menaati Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam, dengan ketaatan yang seimbang
dengan syafaat yang diberikan oleh
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kepada umatnya. Keberadaan Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam itu sendiri
merupakan nikmat Allah Subhanahu wa
Ta’ala, Maka Allah memerintahkan kepada
umat Islam untuk selalu membaca Shalawat
kepadanya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala,
mencukupkan pahala orang yang
membaca shalawat atas beliu sebagaimana
sabda Nabi yang artinya : “Barangsiapa membaca shalawat
kepadaku satu kali,maka Allah Subhanahu
wa Ta’ala, akan memeberi rahmat
kepadanya sepuluh kali”. Dalam hadist tersebut terdapat suatu
isyarat, bahwa sesungguhnya setiap hamba
selalu memerlukan tambahan rahmat dari
Allah Subhanahu wa Ta’ala kapan dan
dimana saja. Sebab walaupun tidak ada
pangkat yang lebih tinggi daripada pangkat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Beliau selalu membutuhkan rahmat dari
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Abu Lais As Samarqandi mengatakan,
apabila anda ingin mengetahui bahwa
shalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa
Sallam,lebih utama daripada semua ibadah,
maka renungkanlah Firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala,yaitu : “Bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu
wa Ta’ala,dan para Malaikat-Nya selalu
mendoakan (membaca) shalawat atas Nabi
Shallallahu Alaihi wa Sallam.” (Q.S. Al
Ahzab : 56). Allah Subhanahu wa Ta’ala, memeritahkan
para hamba-Nya untuk
beribadah,Pertama-tama Allah Subhanahu
wa Ta’ala dengan Dzat-Nya memberikan
rahmat kepada Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan memerintahkan kepada para malaikat-
Nya dan semua orang mukmin untuk
mendoakan (membaca) shalawat kepada
beliau. Dalam hadist mauquf dari Abdullah bin
Umar Al Ash Radhiyallahu Anhu disebutkan
yang artinya : “Barangsiapa membaca shalawat kepada
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,satu kali,
maka Allah Subhanu wa Ta’ala dan para
malaikat-Nya akan member rahmat
kepadanya dengan kelipatan 70 kali”. Adapun kata-kata pe-nazham”Muhammad
pemimpin Rasul dan para Nabi
“,maksudnya adalah beliau lebih
utama,lebih mulia, dan lebih unggul
daripada para utusan dan nabi sebelum
beliu. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri pernah bersabda yang artinya : “Sesungguhnya aku lebih mulia (daripada)
orang-orang terdahulu dan yang datang
kemudian dihadapan Tuhanku, dan aku
tidak sombong,Aku juga (merupakan)
pemimpin anak Adam kelak pada hari
kiamat, dan aku tidak sombong, Aku pun merupakan orang yang pertama keluar dari
kubur, Aku adalah permulaan yang
memberi pertolongan dan permulaan
orang yang ditolong.” Catatan oleh: Kak Abdul Haris Muenthazzar