Bisik Bambu

Dimana akal sehat yang dahulu sering
didengungkan?
Dimana empati yang dahulu selalu
tertanam dihati?
Sepertinya lenyap bersama kepulan asap..
Menguap seperti dingin yg disapa cahaya congkak mentari.
Aku rindu pada malam yg penuh nyanyian
kerumun koloni batang bambu..
Akh.. Kenapa jiwa serapuh gulma?
Retas dan selembek karang..
Dimana akal sehatku? Dimana empatiku?
Apa nyawa tak memerlukan raga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s