terompet isrofil 2

Pada awalnya para ilmuan memprediksi
bahwa bentuk alam semesta ini adalah
datar atau “flat”. Kemudian ilmuan dari
Inggris memprediksi lagi bahwa bentuk
alam semesta adalah seperti bola sepak.
Prediksi bentuk alam semesta seperti bola sepak sebenarnya sebuah perkiraan yang
bagus sebagai bagian dari teori alam
semesta yang terbatas (finite universe
theory). Akan tetapi berdasarkan data-
data terbaru khususnya tentang
“background radiation” yang dikumpulkan para ilmuan tidak mendukung prediksi
tersebut teori tersebut. Dengan data-data
terbaru yang dikumpulkan oleh sebuah
alat milik NASA bernama “Wilkinson
Microwave Anisotropy Prob (WMAP)”
Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, yang memimpin sekelompok
ilmuan mengajukan bentuk alam semesta
yang sungguh mengejutkan. Profesor
Steiner dan kelompoknya mengklaim
bahwa alam semesta berbentuk seperti
terompet. Bentuk ini cocok dengan hasil observasi (data yang dikumpulkan). Pada
ujung depan terompet merupakan bagian
alam semesta yang dapat diobservasi
manusia (observable) dan semakin ke
ujung belakang dari terompet tersebut
adalah bagian alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable). terompet1.jpg Sekarang marilah kita tengok salah satu
ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang
terompet, misalnya QS An-Naml ayat 87: “Dan pada hari (ketika) TEROMPET ditiup,
maka terkejutlah segala yang di langit dan
segala yang di bumi, kecuali siapa yang
dikehendaki Allah. Dan semua mereka
datang menghadap-Nya dengan
merendahkan diri” (QS 27:87). Apa yang bisa kita tafsirkan dari ayat
tersebut? Jika hasil temuan para ilmuan tersebut kita
gunakan sebagai dasar untuk menafsirkan
ayat tersebut, maka yang dimaksud
terompet adalah alam semesta ini yang
bentuknya menyerupai terompet. Jadi ketika terompet (baca alam semesta
dan seluruh isinya) ditiup oleh Malaikat
Israfil untuk pertama kalinya maka saat
itulah “timing” dari berakhirnya kehidupan
manusia dan hancurnya alam yang fana
ini atau yang disebut sebagai Hari Akhir. Dalam beberapa ayat lain, terompet ini
akan ditiup untuk yang kedua kalinya yang
menandai dibangkitkannya manusia dari
kematian untuk menghadapi pengadilan
Allah, dan inilah yang dinamakan sebagai
Hari Kiamat (Hari Kebangkitan). Sebagai catatan, sebenarnya menurut Al
Qur’an ada urutan kejadian berkenaan
dengan hari akhir yang diawali dengan
hancurnya alam semesta dan berakhirnya
kehidupan dunia ini (dalam Al Qur’an salah
satunya merujuk pada kata “as-saa’ah” atau Waktu dimulainya kehidupan akhirat
yang ditandai dengan ditiupnya terompet
untuk yang pertama kalinya) yang diikuti
dengan dibangkitkannya dan
dikumpulkannya manusia dari kematian
(dalam Al Qur’an dikatakan dengan istilah “al-qiyaamah” atau hari Kiamat yang
ditandai dengan ditiupnya terompet untuk
yang kedua kalinya) untuk
mempertanggung jawabkan
perbuatannya selama di dunia (salah satu
istilah yang dipakai di Al Qur’an “yaumul fashl” atau hari penentuan). Wallaahu
a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s